Halal Bihalal dengan Gus Nur Cholis

Halal Bihalal dengan Gus Nur Cholis: Yuk Srawung Biar Saling Paham

"Lho saya pernah ke misa. Romonya kan pakai selimut biar nggak kedinginan"
Seloroh renyah Gus Nur Cholis disambut tawa penuh kehangatan oleh keluarga dan delegasi Paroki Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Surabaya. Meski semua paham bahwa yang dimaksud Gus Nur Cholis adalah kasula, tanpa itikad menghina. Guyonan itu diceritakan kembali Romo Emanuel Ditia Prabowo, CM atau yang akrab disapa romo Ditia kepada penulis.

Sukacita dan kegembiraan mewarnai halal bihalal dengan Gus Nur Cholis pada Minggu, 29, Maret 2026 di kediaman keluarganya di kawasan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. Perwakilan umat Paroki Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo Surabaya dipimpin Romo Ditia datang dengan membawa kue-kue untuk anak-anak yang rutin mengikuti pengajian yang diasuh Gus Nur Cholis, sebagai wujud persaudaraan.

Dengan suguhan aneka keripik dan rengginang juga berbagai minuman segar, suasana pertemuan begitu mesra. Tak ada sekat meski kedua kelompok adalah beda iman yaitu Muslim dan satunya Katolik.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyambung relasi bersama agar terwujud rasa saling memahami. Menurut romo Ditia, ada hal penting yang disampaikan Gus Nur Cholis dalam pertemuan itu.

“Ini menjadi concern bersama antara kita dengan umat muslim yaitu harus saling terbuka dan saling menerima. Kita punya iman masing-masing, tapi secara kemanusiaan kita itu sama.” Kata romo Ditia menirukan ucapan Gus Nur Cholis.

Gus Nur Cholis menurut romo Ditia juga prihatin dengan adanya penolakan terhadap ibadat umat Kristen di daerah lain. Tapi Gus Nur Cholis juga memberi catatan kritis, bahwa masyarakat masih terkungkung dengan istilah mayoritas dan minoritas. Menurut dia, hal ini malah akan mengkotak-kotakkan bangsa Indonesia.

“Untuk itu Gus Nur Cholis menawarkan sering srawung, atau berkumpul biar saling ada pemahaman akan masing-masing” tambah romo Ditia. Karena tanpa srawung, semua pihak tidak akan paham akan adanya halangan dan harapan dalam hidup yang berdampingan ini. Kunjungan sebagai halal bihalal dalam masa Prapaskah ini juga untuk menumbuhkan tali persaudaraan antar umat beragama.


Penulis: Andreas
Foto: Nicodemus




Comments

Don't forget to follow our channels. Please give likes and comments.
WEBSITE - YOUTUBE - FACEBOOK - INSTAGRAM