Rekoleksi Petugas Liturgi: “Hatiku Bersukacita Dekat dengan Allah”
Suasana penuh sukacita telah terasa sejak awal keberangkatan para petugas liturgi dari Gereja Santo Vincentius A Paulo (SVAP) menuju Griya Samadi Resi Aloysi Pacet pada 13–14 Desember 2025. Kegiatan rekoleksi ini diikuti oleh para pelayan liturgi dari wilayah 1 hingga 7, yang terdiri dari lektor, pemazmur, organis, anggota paduan suara, serta paduan suara kelompok kategorial ME, PDKK, dan WKRI.
Sesi pertama rekoleksi dibuka dengan bahan permenungan yang disampaikan oleh Romo Priyambodo, CM, dengan mengangkat tema besar “Mengapa kita penuh sukacita dekat dengan Allah?” Ayat emas yang menjadi dasar permenungan adalah Mazmur 119:105, “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Melalui refleksi ini, para peserta diajak menyadari bahwa pelayanan liturgi bersumber dari kedekatan pribadi dengan Tuhan.Dalam suasana yang hangat dan penuh makna, Romo Priyambodo membagikan “kartu ajaib” kepada seluruh peserta. Setiap orang menerima empat lembar kartu yang harus disusun sesuai pilihan pribadi. Para peserta kemudian diminta mencari kartu pelengkap dengan cara saling bertukar dan menemukannya di tempat-tempat tersembunyi. Dinamika sederhana ini menjadi simbol perjalanan iman: tidak semua berjalan sesuai harapan, namun setiap orang diajak berproses, berusaha, dan saling bekerja sama untuk melengkapi apa yang masih kurang. Kegiatan berlanjut dengan pembagian kelompok berdasarkan tugas pelayanan. Malam hari diwarnai suasana hening dan khidmat. Dalam ruangan yang gelap, hanya cahaya lilin yang menerangi, Romo Priyambodo mengajak para peserta saling mendoakan satu per satu. Doa malam yang syahdu itu menghadirkan momen haru; emosi dan rasa kebersamaan mengalir tanpa terbendung saat para pelayan liturgi saling menguatkan dalam doa. Malam kemudian ditutup dengan santap bersama hidangan hangat yang semakin menghangatkan kebersamaan sebelum para peserta beristirahat.
Fajar hari kedua menyapa dengan semangat baru. Kegiatan diawali dengan senam sehat, kemudian dilanjutkan dinamika kelompok yang dibagi berdasarkan nama para pengarang Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Keseruan semakin terasa saat setiap kelompok membuat yel-yel dan mengikuti permainan berkelompok yang menuntut kekompakan. Dalam salah satu permainan, peserta harus berjalan beriringan tanpa suara, hanya mengandalkan isyarat dari pemimpin kelompok. Tantangan ini melatih kepekaan, kepercayaan, dan kerja sama hingga mencapai garis akhir sesuai arahan yang diterima.Energi kebersamaan berlanjut dengan berbagai lomba di area sekitar kolam renang. Peserta muda dan senior berbaur dalam semangat persaudaraan, menunjukkan bahwa pelayanan liturgi menyatukan semua generasi dalam sukacita yang sama.Rangkaian rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi sebagai puncak syukur. Melalui kegiatan ini, para pelayan liturgi semakin saling mengenal, dipersatukan dalam iman, serta diteguhkan untuk tetap setia melayani dengan hati yang penuh sukacita karena dekat dengan Allah.
Sabtu, 13 Desember 2025






Minggu, 14 Desember 2025




Comments
Post a Comment